TANGERANG SELATAN, Revolusinews.com – Dalam rangka kegiatan karya wisata, Monash University Indonesia yang berlokasi di Green Office Park 9 The Breeze BSD City melaksanakan kunjungan observasi di Kampung Ekowisata Keranggan Kecamatan Setu, Tangerang Selatan pada Jumat (2/8/2024).
Rombongan sebanyak 15 orang terdiri dari dosen dosen Monash University Indonesia, Australia, Malaysia diterima langsung oleh Ketua Pokdarwis Tangerang Selatan, Alwani dengan disambut tarian pencak silat Harimau Muda Padepokan Pusaka Serpong.

Dalam pemaparannya, Alwani mengatakan, bahwa Desa Keranggan termasuk desa tertinggal, terkumuh dan termiskin. Namun dirinya bersama tim berwacana agar Desa Keranggan dikenal dan ingin membantu menyelesaikan masalah sosial, ekonomi dan pendidikan di masyarakat.
“Lokasi ini dahulunya berupa semak belukar, diawali dengan semangat kita bersihkan, mengumpulkan sampah dan mengajak masyarakat mengembangkan UMKM,” papar Alwani.
“Dengan semangat yang kami miliki, kami ditunjuk pemerintah untuk belajar pemberdayaan masyarakat di Jepang, maka jadilah Ekowisata seperti saat ini, walaupun baru 1 % terealisir dari wacana yang diharapkan,” sambungnya.
Kemudian Alwani menuturkan, UMKM binaan dari beberapa orang menjadi hampir 100 pelaku usaha memilik fasilitas camping ground yang bisa menampung 1000 peserta, fasilitas susur Sungai Cisadane, Area Panahan dan juga pembinaan Anak Kebutuhan Khusus (ABK) dari tingkat SMA, SMP maupun yang tidak sekolah.
“Masyarakat terkadang menyebut kegiatan ini gila, namun kami terjemahkan kepanjangannya menjadi (gigih giat semangat, inovasi, leadership, action). Alhasil, Kampung Ekowisata mendapat juara 1 desa wisata se Provinsi Banten dan tahun 2023 mendapat predikat 75 desa wisata terbaik dari 7.000 desa wisata se Indonesia,” ungkap Alwani.
Selanjutnya, para peserta dipandu oleh Maulana mengunjungi home industri, home stay dipandu melihat langsung kreatifitas pembuatan kerajinan tangan diantaranya kreasi dari bekas bungkus kopi menjadi tas, tempat tisu, dompet, gantungan kunci dan lain lain yang dipandu oleh Aisyah.
“Kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya, kami berharap, lebih banyak lagi lembaga dunia yang bisa bersinergi dengan Ekowisata Keranggan,” harap Maulana.
Selain itu, Tim Ekowisata Keranggan, Bowie turut menambahkan, bahwa di Ekowisata Keranggan juga banyak seniman, mereka pembuat craft dari kertas, craft dari pelepah pisang, penyanyi, penari, pematung, puisi, pemahat, juga melukis dan kaligrafi yang kanvasnya terbuat dari bubur pelepah pisang yang sudah dikeringkan
Seberapa peserta menyampaikan, bahwa pihaknya sangat senang bisa bertemu dengan para pengurus Desa Ekowisata Keranggan. Desa ini sangat memperhatikan isu lingkungan dan juga meningkatkan perekonomian warga termasuk anak berkebutuhan khusus.
“Dari desa wisata yang kami temukan, Desa Ekowisata the best. Jika ada 10 Alwani akan menjadikan sesuatu yang luar biasa,” ucap peserta mengakhiri.












