LEBAK,Revolusinews.com – Pelayanan kesehatan RSUD Malingping dinilai mundur, hal ini disebabkan karena dua dokter spesialis yang tadinya ada menjadi tidak ada.
Diketahui dokter spesialis jantung dan dokter spesialis kulit yang tadinya ada dalam pelayanan RSUD Malingping, kini tidak ada dan belum diketahui penyebabnya hingga dua dokter spesialis ini tidak lagi ada.
Plt Direktur RSUD Malingping, dr. Susi Mulyani, ketika dikonfirmasi mengenai dua dokter spesialis yang kini tidak ada, melalui WhatsApp messenger membenarkan, namun ketika ditanya lebih lanjut, tidak menjawab, Selasa 15 September 2026.
“Waalaikumsalam, iya pak.” Singkatnya.
Sementara itu, Humas RSUD Malingping, Taufik mengkonfirmasi bahwa pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengadakan dokter apa jantung. Semenjak habis kontrak pada Januari 2026, belum mendapatkan dokter spesialis.
“Kita bukan ga berusaha, melalui iklan, sosmed, komite RS, bahkan menghubungi universitas-universitas. Cuma ya itu tadi, lulusan dokter spesialis itu jarang, dan biasanya pengabdian dulu ke daerah terpencil,” jelasnya.
Terpisah, Pegiat Sosial Kemasyarakatan, Bucek menyayangkan tidak adanya pelayanan poli jantung di RSUD Malingping. Menurutnya pelayanan kesehatan RSUD Malingping kini menurun.
“Pelayanan kesehatan masyarakat di RSUD Malingping boleh dibilang mundur atau menurun, indikatornya dua dokter spesialis, jantung dan kulit yang sebelumnya ada kini tidak ada. Terutama spesialis jantung, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena penyakit ini merupakan penyebab utama kematian di Indonesia, yang tentunya di Lebak Selatan pasiennya juga banyak,” ujarnya.
Bahkan menurut Bucek, hal ini bertentangan dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada tahun 2025 pada sebuah salah satu media, yang meminta masyarakat mewaspadai penyakit jantung karena kasusnya mencapai 11.406 di Banten.
“Kadinkes Banten harusnya dapat memfasilitasi jika memang banyak kendala untuk mendapatkan dokter spesialis jantung. Karena statement nya pun pada rekan jejak digital di sebuah media dahulu, yang mewaspadai kasus penyakit jantung sebagai kasus terbanyak penyakit penyebab Kematian,” ungkapnya.
Di akhir, Bucek pun selain menyoroti penurunan pelayanan kesehatan RSUD Malingping dengan indikator tersebut, pihaknya pun mempertanyakan terlalu panjangnya jabatan direktur RSUD Malingping yang selalu di isi Pelaksana Tugas (Plt) bertahun-tahun tidak definitif.
“Kita minta Gubernur Banten segera evaluasi manajemen RSUD Malingping dan Dinkes Banten, kenapa ini jabatan direktur RSUD Malingping selalu di isi Plt bukan definitif. Yang berkemungkinan, menganggu manajemen RSUD Malingping sehingga berimbas pada pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Reporter: Hedy Sofyan












