Pitulasan Kampung Peron Semarak, Panggung Karaoke dan Bazar Jadi Magnet

oleh -9 Dilihat
img 20260818 wa0033 11zon

PEMALANG, Revolusinews.com – Suasana malam Pitulasan di Kampung Peron, RW 014, Kelurahan Petarukan, Kabupaten Pemalang, berlangsung meriah. Warga menggelar bazar aneka makanan tradisional yang dipadukan dengan panggung gembira dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin malam (17/8/2026).

Beragam kuliner tradisional tersaji dalam kegiatan tersebut. Mulai dari cenil, krawu singkong, klepon, getuk, kue lapis, wedang jahe, es buah, es cendol, hingga berbagai jajanan khas lainnya.

Bazar dipusatkan di sepanjang jalan pinggir Kali Jati hingga menuju panggung utama. Sedikitnya tujuh stand kuliner berjajar rapi dengan sajian dari warga RT 02 hingga RT 08.

Antusiasme warga terlihat sejak bazar dibuka sekitar pukul 20.00 WIB. Aneka jajanan yang disiapkan warga langsung diserbu masyarakat, terutama emak-emak, hingga sejumlah makanan dilaporkan habis terjual.

img 20260818 wa0034 11zon

Ketua RW 014 Ahmad Sutarno mengapresiasi kekompakan warga yang secara sukarela ikut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Pitulasan. Dukungan diberikan dalam bentuk tenaga, materi, maupun partisipasi dalam berbagai kegiatan.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang telah mendukung kegiatan ini. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua RT yang terus memberikan dukungan,” ujar Ahmad Sutarno kepada awak media.

Kepala Kelurahan Petarukan, Roro Budi Setiyawan, bersama ibu turut hadir menyaksikan kemeriahan kegiatan. Ia menilai semangat warga Kampung Peron dalam memperingati HUT RI ke-81 patut diapresiasi dan diharapkan terus dipertahankan.

“Acara malam ini sangat meriah. Saya mengapresiasi seluruh warga dan berharap ke depan semangat kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan semakin meningkat,” kata Roro Budi Setiyawan.

Kemeri­ahan semakin terasa dengan kehadiran Daliwan, anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Dapil III Ampelgading-Petarukan. Kehadiran tokoh masyarakat dan pemerintahan tersebut menambah semangat warga, sekaligus menjadi penutup rangkaian malam Pitulasan yang berlangsung penuh kebersamaan, hiburan, dan semangat kemerdekaan.